Produksi 1,1 Juta Ton Metrik Tiap Tahunnya, Unit Bisnis Royal Golden Eagle ini Jadi Produsen Viscose Terbesar di Dunia

Sumber: inside-rge.com

Tidak kurang dari 12 ton sampah pakaian dihasilkan setiap detiknya di seluruh dunia. Sebanyak 60% di antaranya terbuat dari kain sintetis yang berbasis plastik. Padahal seperti yang diketahui, plastik merupakan materi yang sulit diurai secara alami. Untuk alasan ini jugalah, grup bisnis Royal Golden Eagle begitu aktif dalam mengembangkan bahan tekstil alternatif yang lebih ramah lingkungan, yakni viscose.

Royal Golden Eagle yang merupakan salah satu grup bisnis terbesar di Indonesia menjadi salah satu pemain utama dalam industri Viscose dunia. Ada dua unit bisnis RGE yang bergerak dalam industri ini, yakni Asia Pacific Rayon (APR) dan Sateri. Dari kedua unit bisnis tersebut, Sateri adalah produsen Viscose utama milik grup bisnis yang dipimpin oleh Sukanto Tanoto tersebut. Dengan kapasitas produksi tahunan mencapai 1,1 juta ton metrik, Sateri telah menjelma menjadi produsen Viscose terbesar di dunia.

Pemain Utama dalam Industri Viscose Dunia

Sateri merupakan salah satu unit bisnis grup Royal Golden Eagle yang dirikan oleh konglomerat asal Indonesia, Sukanto Tanoto. Perusahaan ini berkantor pusat di Shanghai, Cina dengan 5 pabrik yang tersebar di beberapa provinsi di Cina seperti Juangxi, Fujian dan Jiangsu.

Bersama dengan Asia Pacific Rayon (APR), Sateri memenuhi kebutuhan Viscose dunia. Hal tersebut tidak lepas dari kapasitas pabriknya yang begitu besar. Jika kapasitas produksi APR berada di angka 240.000 ton metrik, Sateri memiliki kapasitas yang jauh lebih besar, yakni 1,1 juta ton metrik. Karena itulah, Sateri menjadi pabrik Viscose utama grup Royal Golden Eagle.

Viscose yang diproduksi Sateri telah banyak digunakan dalam berbagai macam produk. Sebut saja seperti tisu bayi dan tekstil. Sayangnya, pemanfaatan Viscose dalam industri fashion masih belum sepopuler kain sintetis. Padahal, Viscose memiliki potensi yang sangat besar, khususnya dalam mendorong terwujudnya sustainable fashion.

Prinsip Keberlanjutan dalam Operasional Produksi Sateri

Kapasitas produksi Sateri yang begitu besar adalah satu hal. Namun meski dikenal sebagai produsen Viscose terbesar di dunia, unit bisnis Royal Golden Eagle ini memiliki satu prinsip yang selalu dijadikan pegangan. Prinsip tersebut adalah keberlanjutan.

Operasional produksi dari setiap pabrik yang dikelola oleh Sateri dijalankan dengan menerapkan standar yang sangat tinggi. Bukan hanya demi menghasilkan produk berkualitas, kebijakan operasional perusahaan juga diterapkan demi menjaga alam dari eksploitasi berlebihan.

Misalnya saja terkait dengan sumber bahan baku. Sateri hanya menggunakan bahan baku dari sumber-sumber terbarukan. Pengelolaan air untuk operasional produksi juga dilakukan dengan mengedepankan efisiensi. Daur ulang air pun dilakukan agar alam tidak terlalu terbebani.

Sebagai salah satu unit bisnis Royal Golden Eagle, Sateri selalu memegang filosofi yang menjadi landasan sang pendiri dalam menjalankan bisnisnya. Bisnis harus bisa memberi kebaikan bagi lingkungan sekitar. Kebaikan tersebut harus bisa dirasakan oleh 5 komponen penting dalam filosofi 5C, yakni community, costumer, country, climate dan company. Itulah kenapa menjalankan praktek bisnis yang ramah lingkungan dan berkelanjutan selalu menjadi fokus perusahaan.

Melihat visi besar, jumlah produksi dan dampak yang diberikan, rasanya tidak salah jika menyebut Sateri sebagai salah satu pemain utama dalam industri Viscose dunia. Bersama dengan unit bisnis Royal Golden Eagle yang lain, yakni Asia Pacific Rayon (APR), Sateri juga selalu mendorong terwujudnya industri tekstil yang ramah lingkungan dan ikut terlibat dalam mewujudkan sustainable fashion.

Author: karim6000

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *